PAMS

Latar Belakang

Sesuai dengan tugasnya yaitu men-supervisi satuan pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah dalam pencapaian standar mutu pendidikan nasional dan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan menengah, dan pendidikan kesetaraan pendidikan dasar dan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan, maka LPMP Jawa Barat membantu sekolah yang telah dinyatakan sebagai Rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN) agar mampu mencapai kesetaraan standar internasional. Maksud tersebut kemudian dituangkan dalam “Program Akselerasi Mutu Sekolah (PAMS)  Berwawasan Internasional”.

SMP Negeri 2 Cipanas adalah salah satu sekolah yang difasilitasi mencapai kualitas dan kesetaraan tersebut. Di SMP Negeri 2 Cipanas, PAMS Berwawasan Internasional telah berlangsung sejak tahun 2014 dengan berbagai program dan kegiatan peningkatan kapasitas seperti pendidikan karakter, pembiasaan, kurikulum 2013, pembuatan RPP yang baik sampai kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill, HOTS).

Tujuan

Pada tahun 2015, PAMS di SMP Negeri 2 Cipanas diarahkan untuk memfasilitasi SMP Negeri 2 Cipanas mencapai kesetaraan internasional, dan untuk mencapai tujuan dan target tersebut LPMP Jabar dan SMP Negeri 2 Cipanas sudah melaksanakan beberapa kegiatan berikut:

  • Pendampingan tahap 1 berupa workshop guru: penyusunan RPP, model pembelajaran inovatif,pengembangan web sekolah dan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL),
  • Monitoring dan evaluasi tahap 1 berupa hasil monitoring ketercapaian IKKM/IKKT dan pelaksanaan RTL Kepsek dan Guru,
  • Pendampingan tahap 2 workshop guru lanjutan: penilaian autentik, penilaian berbasis HOTS danpengembangan web, serta
  • Monitoring dan evaluasi tahap 2

 

Pada kesempatan ini materi Sekolah Berbudaya Lingkungan juga diklasterkan di SMP Negeri 2 Cipanas. SMP Negeri 2 Cipanas yang memiliki visi terkait lingkungan cocok dengan tujuan PAMS tersebut, dan dalam proses sosialisasi dan diskusi pelaksanaannya ditetapkan sejumlah target dan indikator yang bisa diukur, yaitu:

  • Kurikulum setiap mata pelajaran terpublikasi di web sekolah
  • Peserta didik dapat mengakses program pembelajaran tiap semester
  • Peserta didik mampu berinteraksi dengan soal-soal setara TIMSS/PISA
  • Pembuatan newsletter untuk konsumsi semua warga sekolah
  • RPP/ silabus dimuat di web sekolah
  • Mengembangkan kultur lokal dan global
  • Bebas narkoba dan rokok
  • Bebas kekerasan
  • Dana Bos dipublikasikan di web sekolah
  • Revitalisasi MGMP

(Sumber: Materi Pendampingan oleh LPMP Jabar/ IIKT 2015)

Hasil yang dicapai

Berdasarkan hasil monev 1 Berdasarkan hasil monev tahap 1 yang dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2015 diketahui bahwa web belum lengkap, guru masih perlu meningkatkan kemampuan dalam membuat soal HOTS, dan Lesson study belum terlaksana sepenuhnya karena terkendala oleh padatnya jadwal kegiatan di sekolah, juga beberapa ruang kelas sedang dicat ulang sehingga banyak poster-poster yang terkait dengan kegiatan PAMS belum terpasang. Selanjutnya, setelah berlangsungnya Pendampingan tahap ke-2, hasil monev menunjukan beberapa ketercapaian yang sesuai target, seperti dijelaskan dibawah ini:

 

No Indikator Kinerja Kunci Tambahan (IKKT) Ketercapaian (%)
1 Kurikulum setiap mata pelajaran sudah terpublikasi di web sekolah >>klik disini

100

2 Peserta didik dapat mengakses program pembelajaran tiap semester >> klik disini

100

 3 Peserta didik mampu berinteraksi dengan soal-soal setara TIMSS/PISA

50

 4 Pembuatan newsletter untuk konsumsi semua warga sekolah >> klik disini

100

 5 RPP/ silabus dimuat di web sekolah >> klik disini

100

 6 Mengembangkan kultur lokal dan global >> klik disini

100

 7 Bebas narkoba dan rokok >> klik disini

75

 8 Bebas kekerasan >> klik disini

95

 9 Dana Bos dipublikasikan di web sekolah >> klik disini

100

 10 Revitalisasi MGMP>> klik disini

75