Berita

GLS: Gerakan Literasi Sekolah

 

gb29Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi, pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkan hal tersebut. Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik Indonesia (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD-Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).

DSC00709 - Copy PISA 2009  menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), sedangkan PISA 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 496) (OECD, 2013). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012. Dari kedua hasil ini dapat dikatakan bahwa praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan semua warganya menjadi terampil membaca untuk mendukung mereka sebagai  pembelajar sepanjang hayat.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS) yang melibatkan  semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Selain itu, pelibatan unsur eksternal dan unsur publik, yakni orang tua peserta didik,  alumni, masyarakat, dunia usaha dan industri  juga menjadi komponen penting dalam GLS.

DSC00785 - CopyGLS dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya Nawacita nomor 5, 6, 8, dan 9. Butir Nawacita yang dimaksudkan adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga  bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya;  (8) melakukan revolusi karakter bangsa;  (9) memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Empat butir Nawacita tersebut terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing, berkarakter, serta nasionalis.

Untuk melaksanakan kegiatan GLS, diperlukan suatu panduan yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah (2016). Pelaksanaan kegiatan literasi terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.

dysf, 03 Agustus 2016

Dikutif dari Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah SMP


Lima Tujuan Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Peserta Didik Baru SD/SMP/SMA/SMK


Mulai tahun pelajaran 2016/2017 Masa Orientasi Sekolah (MOS) diganti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Apa tujuan PLS bagi Peserta Didik Baru?_ Berdasarkan Lampiran I  Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016  Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru, ada 5 tujuan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, dan pada masing-masing tujuan dapat diisi dengan berbagai kegiatan. Pada silabus PLS sudah tercantum nama kegiatan-kegiatan PLS baik yang wajib maupun pilihan.

5 Tujuan Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Peserta Didik Baru SD/SMP/SMA/SMK

Tujuan Pengenalan Lingkungan Sekolah beserta Jenis Kegiatan Wajib dan Pilihannya Bagi Peserta Didik Baru 

1. Mengenali potensi diri siswa baru
a. Kegiatan Wajib

  • Pengisian formulir siswa baru oleh orang tua/wali;
  • Kegiatan pengenalan siswa (khusus SD, siswa dapat dikenalkan oleh orang tua).

b. Kegiatan Pilihan

  • Diskusi konseling.
  • Mengenalkan kegiatan ekstra kurikuler yang ada di sekolah.
  • Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap diskusi.

DSC07227 - Copy

2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah
a. Kegiatan Wajib

  • Kegiatan pengenalan warga sekolah;
  • Kegiatan pengenalan visi-misi, program, kegiatan, cara belajar, dan tata tertib sekolah;
  • Kegiatan pengenalan fasilitas sarana dan prasarana sekolah dengan memegang prinsip persamaan hak seluruh siswa;
  • Pengenalan stakeholders sekolah lainnya.

b. Kegiatan Pilihan

  • Pengenalan tata cara dan etika makan, tata cara penggunaan fasilitas toilet, dan tata cara berpakaian/sepatu.
  • Mengajak siswa berkeliling ke seluruh area sekolah, sambil menjelaskan setiap fasilitas, sarana, dan prasarana yang terdapat di sekolah serta kegunaannya.
  • Menginformasikan fasilitas-fasilitas umum di sekitar sekolah.
  • Menginformasikan kewajiban pemeliharaan fasilitas dan sarana prasarana sekolah dan fasilitasfasilitas umum.
  • Kegiatan simulasi penanggulangan bencana.
  • Menginformasikan daerah rawan di sekitar sekolah.
  • Kegiatan pengenalan manfaat dan dampak teknologi informasi, termasuk sanksi yang diatur dalam peraturan perundangundangan terkait.


3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru
a. Kegiatan Wajib

  • Simulasi penyelesaian suatu masalah untuk menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa;
  • Kegiatan pengenalan etika komunikasi, termasuk tata cara menyapa/berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

b. Kegiatan Pilihan

  • Pengenalan metode pembelajaran dalam bentuk quantum learning (speed reading, easy writing, mind mapping, super memory system).
  • Mendatangkan narasumber dari berbagai profesi untuk berbagi pengalaman.
  • Kegiatan pengenalan kewirausahaan.
  • Kegiatan pengenalan institusi pasangan pada sekolah kejuruan.

DSC07229 - Copy
4. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya
a. Kegiatan Wajib

  • Pembiasaan salam, senyum, sapa, sopan, dan santun;
  • Pengenalan etika pergaulan antar siswa serta antara siswa dengan guru dan tenaga kependidikan, termasuk kepada sikap simpati, empati, dan saling menghargai, serta sportif.

b. Kegiatan Pilihan

  • Kegiatan atraksi masing-masing kelas, antara lain perlombaan bidang kesenian, dan olahraga.
  • Kegiatan yang menjalin keakraban antar siswa dengan warga sekolah antara lain dengan permainan atau diskusi kelompok.


5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong pada diri siswa.
a. Kegiatan Wajib

  • Kegiatan penanaman dan penumbuhan akhlak dan karakter;
  • Pengenalan budaya dan tata tertib sekolah;
  • Pemilihan tema kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai positif.

b. Kegiatan Pilihan

  • Beribadah keagamaan bersama, pengenalan pendidikan anti korupsi, cinta lingkungan hidup, dan cinta tanah air.
  • Kegiatan kebanggaan terhadap keanekaragaman dan kebhinekaan, antara lain pengenalan suku dan agama, penggunaan pakaian adat di sekolah.
  • Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan pengenalan tata cara membuang sampah sesuai dengan jenis sampah.
  • Penggunaan sumber daya sekolah (air, listrik, telepon, dsb) secara efisien.
  • Mengajarkan simulasi antri melalui baris sebelum masuk kelas, dan pada saat bergantian memakai fasilitas sekolah.
  • Kegiatan pendidikan bahaya p0rn0grafi, narkotika psikotropika, dan zat adiktif lainnya antara lain bahaya mer0k0k.
  • Kegiatan pengenalan dan keselamatan berlalu lintas.

Demikian tentang 5 Tujuan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK Negeri/Swasta. Semoga bermanfaat.

dysf, admin web 2016 


 

PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TAHUN PELAJARAN 2016/2017

SMP Negeri 2 Cipanas Kebupaten Cianjur, telah  melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun Pelajaran  2016 / 2017, dari tanggal 27 s.d 30 Juni 2016 dengan kegiatan sebagai berikut: 1.     Penerimaan berkas calon peserta didik dimulai dari tanggal 27 s.d 29 Juni 2016; 2.  Pelaksaan Tes Akademik tanggal 30 Juni 2016; 3.   Pengumuman kelulusan tanggal 2 Juli 2016 dengan rincian sebagi berikut:

DSC07226

a.  Pendaftar         : 456 orang
b.  Yang diterima  : 324 orang (kapasitas rombel 9 ruang
·      Tes akademik                                : 279 orang
·      Jalur Prestasi                                 : 10 orang
·      Jalur PKH,KIP dan Pra Sejahtera : 35 orang

  1.  Tidak diterima : 132 orangDaftar Siswa yang Diterima 

Brieffing Singkat Tentang

Tahun Pelajaran Baru (2016-2017) di SMP Negeri 2 Cipanas

 

 

Briefing singkat oleh Kepala Sekolah kepada para guru SMP Negeri 2 Cipanas menyangkut tahun ajaran baru (2016-2017) dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah tanggal 18 Juli 2016 jam 09.30 sampai selesai. Yang terbaru dari penyampaian Kepala Sekolah adalah mengaktifkan kembali hari Sabtu sebagai jadwal belajar. Pada saat bersamaan disampaikan juga jadwal mengajar setiap guru yang tentu saja tidak bisa mengakomodasi keinginan setiap guru untuk jadwal yang sesuai dengan kemauannya tapi nampaknya tidak ada masalah seius.

Dengan pelaksanaan Kurikulum 13 bagi kelas 7 maka ada konsekuensi waktu belajar yang harus disesuaikan oleh guru-guru yang mendapatkan tugas mengampu di kelas 7 karena proses dan implementasinya relatif berbeda dari KTSP. Bekal pelatihan yang telah didapatkan para guru seyogyanya bisa membuat guru ‘tune-in‘ dan dapat memfasilitasi proses pembelajaran dengan baik.

Sebelumnya juga, menjelang libur hari raya Idul Fitri, telah disampaikan juga persiapan menghadapi tahun ajaran baru dengan sedikit reposisi pada struktur organisasi sekolah.


Pentingnya Tes Psikologi pada Anak

Umumnya, pertumbuhan dan pekembangan anak hanya sering terlihat secara fisik saja sedangkan aspek kejiwaan dan mental sering luput dari perhatian baik oleh guru maupun orang tua. Masalah ini tidak bisa diabaikan karena bisa menentukan dan berpengaruh pada perkembangan anak selanjutnya. Disisi lain beban kerja guru dan keahlian dalam bidang psikologi masing sering menjadi hambatan, apalagi orang tua yang sering disibukan oleh urusan lain sehingga masalah anak sering dianggap selesai jika sudah disekolahkan. Pandangan ini harus diubah karena pilar pendidikan anak yang paling penting justeru keluarga, kemudian sekolah dan lingkungan.Untuk meningkatkan pemahaman mengenai psikologi dan aplikasinya disekolah dalam rangka mengertahui profil siswa dari aspek analisa psikologi maka SMP Negeri 2 Cipanas mencoba bekerja sama dengan GRAHITA Indonesia sebuah lembaga psikologi terapan. Dalam rangka itu pihak GRAHITA mengundang kepada orang tua siswa jika seandannya putra-putrinya ingin dianalisis secara psikologis untuk mengetahui Tingkat Perkembangan IQ, EQ, Motivasi Belajar, Efektifitas Belajar, Data Perkembangan Anak dan analisis lain sejenisnya.

Tahap awal kegiatan maka pada tanggal 20 Januari 2016 diadakan penjelasan umum dari pihak GRAHITA Indonesia kepada siswa-siswi SMP Negeri 2 Cipanas seputar psikologi secara umum dan relevansinya dengan perkembangan dan motivasi belajar siswa.

 


 

5 Karakter Para Inovator

Menarik membaca buku yang ditulis oleh Carmine Gallo berjudul Rahasia Inovasi Steve Jobs (The Innovation Secrets of Steve Jobs). Yang membuat menarik adalah karena Carmine Gallo tidak hanya bercerita tentang bagaimana Steve Jobs membuat inovasi, tapi juga menguraikan bagaimana para inovator lain berdjoeang untuk menghasikan karya-karya besar yang bermanfaat untuk manusia. Gallo juga berhasil menyajikan sebuah benang merah, mengumpulkan karakter-karakter penting yang wajib dimiliki oleh seorang inovator. Dengan karakter-karakter inilah, para inovator bergerak dan berdjoeang sehingga akhirnya bisa menghasilkan karya inovasi yang legendaris di dunia ini. Pada tulisan ini saya menyajikan 5 karakter yang wajib dimiliki oleh para inovator, yang saya rangkumkan dari tulisan Carmine Gallo dan beberapa ide lain dari tulisan-tulisan saya di blog ini sebelumnya. Materi ini juga pernah saya sampaikan di seminar tentang technopreneurshipdi beberapa kampus.

1. LAKUKAN YANG KITA CINTAI

Steve Jobs adalah contoh terbaik bagaimana dia mencintai apa yang dia lakukan. Pada tahun 1976 Steve Jobs mendirikan Apple, 10 tahun kemudian dia dikeluarkan dari perusahaan yang dia dirikan sendiri. Tak menyerah, Jobs tetap berdjoeang pelan-pelan membangun perusahaan bernama Next. Langkah berikutnya mengakuisisi divisi computer grahics dari LucasFilm, yang kemudian diberi nama Pixar. Ditangannya Pixar akhirnya melaju dan sukses dengan karya animasi legendaris seperti Toy Story. Pixar akhirnya bergabung ke Disney, di mana Jobs menjadi pemilik saham terbesar di Disney. Dengan kondisi sukses seperti itu, Jobs tetap memutuskan kembali ke Apple di tahun 1996, untuk menyelamatkan perusahaan yang dia dirikan yang kondisinya sudah hampir hancur. Dalam dua tahun, Jobs berhasil mengubah Apple yang hampir bangkrut menjadi perusahaan yang memiliki profit. Salah satu ungkapan terkenal Jobs ketika ditanya, kenapa bisa bertahan dengan semua ini, “Satu hal yang membuat saya tetap bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan”. Ya ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, tak ada yang sanggup membuat kita berhenti dalam berdjoeang.

Cinta dan passion juga lah yang membuat James Dyson ikhlas melakukan eksperimen selama lebih dari 5 tahun, dan mengalami 5126 kegagalan dalam membuat penyedot debu dual cyclone tanpa kantung. Ketika akhirnya berhasil pun, Dyson masih harus kecewa karena tak ada satupun produsen penyedot debu di Inggris, negara kelahirannya, yang mau mengadopsi hasil karyanya. Hingga akhirnya terpaksa diproduksi sendiri dan dijual bukan di Inggris, tapi di negara yang jauh dari jangkauannya yaitu Jepang.

Eli Harari, yang mendapatkan gelar PhD dari Princenton University di bidang semikonduktor, juga pernah membuat kesalahan besar dengan mencoba berinovasi membuat alat pancing. Padahal Harari sendiri tidak suka memancing dan bahkan tidak pernah pergi memancing. Inovasinya berakhir di kegagalan besar. Ketika Harari memutuskan kembali menggeluti bidang yang dia cintai, lahirlah inovasi USB flash memory yang legendaris sampai sekarang, yang menghantarkannya mendirikan perusahaan SanDisk. Harari sendiri akhirnya terkenal dan dijuluki bapak flashdisk.

Google adalah perusahaan yang mengerti bahwa cinta dan passion bisa membuat seseorang menjadi produktif. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page & Sergey Brin ini membuat kebijakan Innovation Time Off, di mana pegawai boleh mengalokasikan 20% waktu kerjanya untuk melakukan pekerjaan yang mereka cintai dan jadi passion mereka. Dan beberapa tahun kemudian, kenyataan membuktikan bahwa Innovation Time Off yang sebenarnya hanya 20% dari waktu kerja formal itu, berhasil menghasilkan lebih dari 50% produk dan layanan baru google saat ini.

2. TINGGALKAN JEJAK DI ALAM SEMESTA

Visi hidup untuk meninggalkan jejak di alam semesta juga merupakan karakter wajib bagi para inovator. Mark Zuckerberg, founder facebook mengatakan bahwa, semua yang dia lakukan bukan soal menghasilkan uang, facebook dibuat supaya dunia menjadi terbuka bagi siapapun, dengan menghubungkan atribut sosial setiap orang yang membuat akun di sana.

Steve Wozniak ketika mendirikan Apple bersama Steve Jobs pada tahun 1976 mengatakan bahwa, visi mereka adalah mengubah dunia dengan menghadirkan komputer bagi orang biasa. Komputer bagi orang biasa, adalah visi dan mimpi yang terlalu besar di tahun 1976. Karena pada saat itu komputer tidak memungkinkan untuk digunakan orang awam, disamping tidak ada user interface yang memadai, aplikasi yang tidak banyak untuk pemakaian sehari-hari, juga ukuran fisiknya yang sangat-sangat besar.

Visi untuk meninggalkan jejak ini penting ketika kita mengamati bagaimana Xerox seharusnya bisa menguasai seluruh industri teknologi informasi di era tahun 1970an. Karena mereka menjadi pioner di hampir semua produk canggih dalam dunia teknologi informasi. Xerox dengan Palo Alto Research Center (PARC) nya sudah berhasil mengembangkan aplikasi berbasisgraphical user interface (GUI) dan device mouse, yang di era itu, belum ada yang berhasil memproduksinya. Justru kunjungan Steve Jobs ke PARC yang akhirnya menjadi kunjungan paling bersejarah dalam dunia industri PC (personal computer), karena Steve Jobs lah yang akhirnya bisa berinovasi dengan mencontek produk Xerox PARC untuk pengembangan produk Apple yang bervisi komputer yang bisa digunakan untuk orang biasa. Steve Jobs mengungkapkan bahwa seandainya Xerox mempunyai visi untuk meninggalkan jejak di alam semesta ini, kondisi saat ini akan berbeda. Sebaliknya, Adele Goldberg, salah satu founder dan petinggi Xerox mengatakan bahwa, “mengizinkan Steve Jobs berkunjung ke Xerox PARC adalah keputusan paling buruk dalam sejarah korporasi di dunia”.

3. PERAS OTAK

Tidak ada manusia yang bodoh, karena otak manusia yang beratnya 1 kg, ternyata hanya dipakai kurang dari 1% oleh manusia biasa, dan hanya 4-5% oleh manusia jenius seperti Albert Einstein. Masih tersisa 95-99% dari otak kita yang menganggur alias belum kita pakai. Saya pernah menulis tentang ini dalam artikel defargmentasi otak. Harus kita sadari bahwa kita belum maksimal menggunakan otak kita. Kebodohan bukanlah karena kita tidak ada kemampuan untuk menjadi pintar, kebodohan adalah ketidakmauan kita untuk belajar dan bekerja keras. Kisah perjalanan hidup Adam Khoo dalam bukunya “I am gifted and so are you …”, menyadarkan kita bahwa tak ada manusia bodoh di dunia ini. Adam Khoo yang ketika SD mendapatkan nilai selalu buruk dan dicap bodoh, kemudian pelan-pelan bangkit dan berhasil menjadi nomer 1 di SMP, SMA dan universitas, hingga akhirnya dengan usaha dan belajar kerasnya berhasil menjadi milyader termuda pada usia 25 tahun di Singapura.

Aaron Stern bahkan menempuh langkah gila untk membuktikan bahwa jenius itu tidak dilahirkan, tapi jenius itu bisa diciptakan. Penelitian dilakukan dengan obyek penelitian putrinya sendiri bernama Edith Stern. Edith sejak lahir dididik dalam lingkungan steril yang mendukung untuk menjadikannya cerdas. Hasilnya, Edith berhasil menyelesaikan membaca Encyclopedia Britanica pada umur 5 tahun, memiliki IQ 200, dan mendapatkan PhD di bidang matematika pada umur 15 tahun. Project Edith yang digagas Aaron Stern membuktikan bahwa kecerdasan manusia bisa dilatih untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Sekali lagi tidak ada manusia di dunia ini yang bodoh, yang ada adalah manusia yang tidak mau berusaha dan bekerja keras.

4. BERPIKIR BERBEDA

oger Wolcott Sperry, salah satu pakar neurologi mengatakan bahwa otak manusia terdiri dari dua hemisfer, otak kanan dan otak kiri, yang mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri cenderung mengurusi hal logis, algoritmis dan matematis, sedangkan otak kanan mengurusi intuisi dan imajinasi. Manusia cerdas adalah manusia yang bisa mengkombinasikan otak kiri dan kanan. Banyak orang menyangka bahwa harus selalu berpikir secara logis, padahal kenyataannya, keputusan bisnis sering dikeluarkan dengan menggunakan insting dan intuisi yang notabene menggunakan otak kanan. Bahkan seorang Albert Einstein yang boleh dikatakan jenius di bidang sains dan ilmu eksakta, mengatakan bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Dengan imajinasi dari otak kanan, Einstein bisa bebas tanpa batas memformulasikan berbagai teori yang ada di luar jangkauan logika manusia pada masa itu.

Steve Jobs juga mengandalkan konsep berpikir berbeda dengan menyeimbangkan otak kiri dan kanan ketika mengembangkan produk Apple. Apple meluncurkan produk iPod, sebuah alat pemutar musik, yang sebenarnya adalah produk biasa dan sudah ada sebelumnya. Perbedaan dengan produk pemutar musik lainnya adalah kemampuan Jobs menghubungkan iPod dengan layanan penjualan musik yang dia bangun bernama iTunes. Asosiasi device iPod dan iTunes adalah ide kreatif yang pada masanya belum ada yang mencoba mengembangkannya.

5. GUNAKAN BAHASA MANUSIA

Karakter inovator terakhir adalah kemampuan dalam menyampaikan pesan. Pakar komunikasi Gregory Berns mengatakan bahwa seseorang bisa memiliki ide hebat yang baru dan berbeda, tapi semua akan sia-sia jika tidak bisa meyakinkan banyak orang. Salah satu faktor yang membuat kita mampu meyakinkan orang lain adalah ketika kita mampu mengubah bahasa teknik yang sulit ke bahasa yang mudah dipahami oleh manusia biasa. Berbicara dengan bahasa manusia sudah sering saya uraikan di blog ini, misalnya tulisan berjudul Wahai Dosen, Berbicaralah dengan Bahasa Manusia.

Marc Russell Benioff, founder SalesForce, perusahaan yang bergerak di bidang layanan aplikasi cloud menggunakan istilah menarik untuk membahasa manusiakan terminologi cloud computing. The end of software, demikian jargon SalesForce. Benioff ingin menunjukkan bahwa masa menjual software dengan cara biasa sudah selesai, dan sekarang waktunya untuk menjual software sebagai suatu layanan (software as a service). Dengan ini, menggunakan software itu kondisinya sama seperti kita menggunakan listrik atau telepon. Kita hanya perlu membayar sewa dari layanan (software) yang kita gunakan secara periodik, baik bulanan atau tahunan.

Ketika launching iPad, Steve Jobs tidak menggunakan kalimat teknik yang sulit dan canggih, dia hanya mengatakan bahwa, “iPad adalah alat ajaib yang revolusioner dengan harga yang mencengangkan”. Ketika memperkenalkan MacBook Air, Jobs juga hanya mengatakan “MacBook Air adalah notebook paling tipis sedunia”. iPod disajikan Steve Jobs dengan bahasa, “iPod, seribu lagu di sakumu”. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Todd Bishop, kalimat yang digunakan oleh Steve Jobs memilikiindeks fog antara 5-7, sementara tokoh-tokoh IT lain seperti Bill Gates memiliki indeks fog 9-11. Indeks fog adalah jumlah tahun pendidikan yang diperlukan seorang pembaca untuk memahami sebuah perkataan. Bayangkan anak SD kelas 6 pun tidak kesulitan mengikuti pidato dari Steve Jobs!

 

 

5 karakter inovator, sudahkah kita miliki? Mudah-mudahan kita semua tetap dalam perdjoeangan untuk meraihnya.