Mengembangkan Kecerdasan Naturalistik di SMP Negeri 2 Cipanas

Prof Gardner, pakar dan pencetus teori kecerdasan majemuk atau populer dengan istilah Multiple Intelligence, mengemukakan adanya kecerdasan pada  manusia yang ternyata tidak tunggal tapi majemuk. Jadi tidak hanya IQ atau Intellegence Quotion saja seperti yang telah lama dikenal dan sering dijadikan ukuran kecerdasan seseorang. Setidaknya ada delapan potensi kecerdasan melekat pada manusia yang salah satunya adalah kecerdasan naturalistik atau naturalistic intelligence. Mereka yang memiliki potensi kecerdasan ini akan peka, peduli, mudah memahami, dan sangat tertarik dengan fenomena alam sekitarnya termasuk segala perubahan yang terjadi. Charles Darwin mungkin salah satu contoh ideal manusia dengan tingkat kecerdasan naturalistik yang tinggi. Minat dan sumbangsihnya terhadap pengetahuan sejarah alam sangat fenomenal.

Dalam konteks kekinian, kecerdasan naturalistik sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan kearah yang positif mengingat kondisi alam yang terus mengalami tekanan dan kerusakan yang signifikan yang kerusakan itu kebanyakan dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Penebangan liar, kebakaran hutan, alih fungsi lahan, dan perburuan flora dan fauna telah menempatkan banyak jenis menjadi langka dan berada pada ambang kepunahan dan bahkan banyak yang sudah punah. Akumulasi pengrusakan terhadap alam ini bahkan telah menjadi ancaman global yang nyata yaitu naiknya rata-rata suhu bumi sehingga terjadi pemanasan global. Fenomena ini menunjukan semakin rendahnya kecerdasan naturalistik manusia atau semakin banyak manusia yang kecedasan naturalistiknya tidak terkembangkan.

Akibat tidak dikembangkan potensi kecerdasan naturalistiknya orang menjadi tidak cerdas ketika harus membuat peraturan untuk melindungi kekayaan alam atau mengadili pelaku kejahatan terhadap alam; menjadi tidak cerdas ketika akan membuka lahan hutan untuk perusahaan atau perkembunan, atau menjadi tidak cerdas ketika mendorong kegiatan pembangunan dengan merusak lahan hutan dan semakin menjauhkan manusia dari mengenal dan memahami alam.

Bagaimana potensi kecerdasan ini berkembang? Pada prinsipnya manusia memiliki semua kecerdasan seperti yang disebutkan oleh Prof Gardner yang tentunya dengan kadar yang berbeda-beda, dan kecerdasan itu bisa berkembang, menurun, atau bahkan rusak.

Gerakan perlindungan lingkungan dari yang paling ekstrim seperti yang dikembangkan Green Peace atau upaya-upaya perubahan budaya dan gaya hidup yang lebih organis adalah sebagian kecil contoh kegiatan yang bisa menumbuhkan potensi kecerdasan naturalistik kita. Dalam aktifitas yang lebih sederhana, kegiatan berkemah, lintas alam, birdwatching juga bisa dijadikan kegiatan yang bisa menumbuhkan kecerdasan naturalistik kita, asal kegiatan itu memang diarahkan untuk upaya memahami dinamika dan kompleksitas alam ini.

Penulis: (Adam) A. Supriatna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *